MODUL 12 : PENGENDALIAN OPERASI

MEMBANGUN KINERJA LINGKUNGAN PADA OPERASI DAN KEGIATAN



Tujuan dan makna pengendalian operasional dalam SML ISO-14001 adalah mengatur praktik kerja, prosedur, dan sistem untuk mengendalikan kegiatan, produk, dan jasa organisasi yang berdampak pada kebijakan, tujuan, dan sasaran lingkungan. Pengendalian operasional dapat dilakukan melalui prosedur, perencanaan, dan menetapkan serta menerapkan kriteria operasi.

ISO-14001 tidak mengharuskan setiap kegiatan operasi memiliki prosedur/instruksi kerja. Prosedur/instruksi kerja dibutuhkan bila ketiadaan instruksi kerja dapat mengakibatkan penyimpangan terhadap kebijakan, tujuan dan sasaran lingkungan. Kegiatan operasi yang dikendalikan meliputi kondisi operasi normal, abnormal, dan darurat termasuk kegiatan pemeliharaannya.

Pengendalian operasional sebaiknya mencakup seluruh aspek lingkungan penting organisasi, antara lain: penelitian dan pengembangan/rekayasa, pengadaan dan pembelian, penanganan dan penyimpanan bahan baku, proses produksi dan pemeliharaan, laboratorium, transportasi, pemasaran dan publikasi, konstruksi atau modifikasi fasilitas .

 

Kegiatan pengendalian operasi organisasi dapat dikategorikan dalam tiga kategori, yaitu:

  1. Kegiatan untuk mencegah pencemaran dan konservasi sumberdaya alam;

  2. Kegiatan manajemen sehari-hari untuk memastikan kesesuaian, efisiensi, dan efektifitas SML;

  3. Kegiatan manajemen strategik untuk mengantisipasi dan tanggap terhadap perubahan persyaratan lingkungan.

Organisasi dapat memberikan pengaruh terhadap produk yang dihasilkannya. Selain itu, organisasi dapat pula memberikan pengaruh dan mengendalikan faktor-faktor masukan (input) dari produk tersebut. Dengan demikian, berarti organisasi memiliki potensi mengendalikan dan memberikan pengaruh terhadap seluruh rantai pasokan (suply chain), baik melalui masukan (input) maupun keluaran (output).

Sehubungan dengan pengadaan (procurement), pengaruh pembeli kepada pemasok mengandung dua makna, yaitu:

  1. Menetapkan kriteria minimum kinerja lingkungan kepada pemasok; dan

  2. Organisasi sebagai pembeli mempunyai kekuatan untuk menyempurnakan kinerja lingkungan melalui pemasoknya.

Persyaratan dan prosedur operasional yang relevan sebaiknya dikomunikasikan kepada pemasok dan kontraktor, melalui pertemuan (briefing) atau pelatihan dan praktik langsung di lapangan, dengan memberikan contoh-contoh praktik prosedur operasional yang dimaksud. Sebaiknya didalam kontrak kerja organisasi dengan pemasok dan kontraktor disyaratkan peraturan yang harus ditaati dan kondisi-kondisi tertentu yang harus dikendalikan oleh pemasok dan kontraktor agar tidak terjadi penyimpangan terhadap peraturan lingkungan dan SML organisasi.

Bila operasi dan kegiatan organisasi cukup kompleks dan atau berpotensi menimbulkan dampak lingkungan penting, pengendalian operasi sebaiknya menggunakan prosedur terdokumentasi. Prosedur tersebut dapat membantu organisasi untukmengelola aspek lingkungan penting, memastikan penaatan peraturan, dan mencapai tujuan dan sasaran lingkungan.

 

Selain itu, prosedur yang terdokumentasi juga diperlukan bilamana ketiadaan prosedur dapat menyebabkan penyimpangan terhadap kebijakan lingkungan atau tujuan dan sasaran lingkungan. Tetapkan operasi mana yang harus memiliki prosedur terdokumentasi. Ingat bahwa organisasi membutuhkan pengendalian operasi untuk mengelola aspek lingkungan penting atau ketentuan hukum dan peraturan, termasuk pula dalam menjaga pencapaian tujuan dan sasaran lingkungan.

Untuk setiap aspek lingkungan organisasi yang terkategori penting, salah satu tindakan berikut harus dilakukan:

Prosedur pengendalian operasional yang berkaitan dengan proses dapat diintegrasikan dengan sistem manajemen lain (mutu dan kesehatan dan keselamatan kerja), sehingga akan mempermudah dalam pelaksanaan dan pengendalian dokumennya.

Penyusunan pengendalian operasi berkaitan erat dengan pencapaian tujuan dan sasaran lingkungan. Untuk itu, gunakan tahapan berikut ini untuk memastikan tercapainya tujuan dan sasaran lingkungan:


1. Tetapkan Penyebab Potensi Dampak
Untuk seluruh aspek lingkungan penting, tetapkan penyebab dampak lingkungan. Kadangkala akar penyebab dampak sulit diketahui. Gunakan diagram tulang ikan atau diagram akar masalah untuk membantu menemukan akar penyebab dampak sebelum menyusun pengendalian operasi.

 

2. Tetapkan Sasaran dan Pengukuran Kinerja Lingkungan
Sasaran harus mencerminkan suatu koreksi/perbaikan terhadap akar penyebab yang telah diidentifikasi sebelumnya. Pengukuran indikator kinerja harus mendokumentasikan perubahan-perubahan pada akar penyebab tersebut. Dengan menggunakan indikator kinerja dapat ditentukan apakan pengendalian operasi dapat membantu mencapai tujuan organisasi.

 

3. Susun Draft Pengendalian Operasi
Selanjutnya, untuk setiap aspek lingkungan penting dibuatkan draft pengendalian operasi. Kaji setiap penyebab yang telah teriidentifikasi berkontribusi pada dampak lingkungan.
Pengendalian operasi mungkin telah tersedia untuk beberapa kegiatan yang berkaitan dengan aspek lingkungan penting. Lakukan identifikasi aspek lingkungan yang telah memiliki prosedur pengendalian operasi tertulis, dan aspek lingkungan yang perlu dibuatkan prosedur-nya.


 

 

4. Tugaskan Penanggungjawab Pemeliharaan dan Evaluasi Pengendalian Operasi
Tugaskan personil yang bertanggungjawab untuk memelihara pengendalian operasi dan mengevaluasi-nya untuk memastikan prosedur tersebut diikuti dan penyimpangan yang terjadi diperbaiki. Umumnya personil yang bertanggungjawab terhadap aspek lingkungan penting dipertimbangkan untuk menerapkan pengendalian operasi. Manajer madya sebaiknya ditugaskan untuk mengevaluasi secara berkala pengendaliannya.
Setelah draft pengendalian operasi disusun, lakukan program pelatihan untuk memastikan setiap orang memahami tentang pengendalian operasi dan peran-nya dalam menjalankan pengendalian operasi tersebut.

 

5. Laksanakan Tindakan Koreksi Bilamana Tujuan tidak Tercapai
Laksanakan tindakan sesegera mungkin untuk memperbaiki kesalahan atau kegagalan dalam pengendalian operasi agar tujuan dan sasaran tetap tercapai.

 


TIPS MENULIS PROSEDUR PENGENDALIAN OPERASI

 
  • Pahami proses yang berjalan. Mulai dengan diagram alir, bila tersedia. Kembangkan prosedur tidak formal terlebih dahulu.

  • Fokus pada tahap-tahap yang dibutuhkan untuk penerapan yang konsisten

  • Gunakan format dan pendekatan penulisan yang konsisten

  • Kaji draft prosedur dengan karyawan yang akan mengimplementasikannya.

  • Jaga agar prosedur tetap sederhana dan ringkas. Prosedur yang terlalu rinci tidak baik untuk pengendalian, dan dapat menimbulkan salah pemahaman bagi pengguna.

 


Persyaratan Standar

Prosedur Umum Pengendalian Operasi

Instruksi Kerja Pengendalian Operasi

----------Instruksi Kerja Pemilahan, Pewadahan dan Pengumpulan Limbah

----------Instruksi Kerja Pengendalian Ceceran Bahan Kimia

----------Instruksi Kerja Mencegah dan Mengurangi Emisi Udara

----------Instruksi Kerja Perawatan Porklift

Rekaman Pengendalian Operasi

----------Model Formulir Identifikasi Bahan yang Digunakan dalam Produksi dan Penunjang Produksi

----------Model Formulir Identifikasi Limbah dan Pengelolaan Limbah

---------- Model Pilihan Minimisasi Limbah

----------Simbol Bahan dan Limbah Berbahaya dan Beracun


Kembali ke atas