MODUL 9 : PELATIHAN, KEPEDULIAN, DAN KOMPETENSI

MEMBANGUN KAPABILITAS INTERNAL



Pelatihan dan komunikasi merupakan dua hal penting dalam penerapan SML, yangmana keduanya sangat menentukan keberhasilan dan efektifitas penerapan SML. Penerapan pelatihan dan komunikasi harus didukung oleh komitmen manajemen organisasi.

Manajemen puncak memegang peranan kunci dalam membangun kepedulian dan memotivasi karyawan, dengan menjelaskan nilai-nilai penting lingkungan organisasi dan mengkomunikasikan komitmen kebijakan lingkungan. Semua karyawan harus memiliki komitmen lingkungan yang sama dalam menerapkan SML.

Organisasi harus mengidentifikasi kebutuhan pelatihan. Identifikasi kebutuhan pelatihan lingkungan dimaksudkan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengetahuan dan kompetensi karyawan agar SML berjalan efektif dan mencapai tujuan dan sasaran lingkungan. Identifikasi kebutuhan pelatihan merupakan dasar untuk merencanakan program pelatihan lingkungan organisasi.

Salah satu alat manajemen untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan adalah analisis kesenjangan kemampuan (skill gap-analysis). Analisis tersebut mencakup identifikasi deskripsi pekerjaan (job description) dan kualifikasi personil untuk menjalankan pekerjaan tersebut.  Pelatihan merupakan salah satu metode untuk meningkatkan kepedulian, pengetahuan, dan kemampuan/kompetensi karyawan. Metode pelatihan SML ISO-14001 dapat dilakukan secara formal (formal training) dan informal (informal training). Sedangkan berdasarkan materinya dapat dibedakan atas tiga kategori, yaitu:

  1. Pelatihan kepedulian lingkungan (general environmental awareness training); mencakup konsep umum SML, peran/fungsi/tanggung-jawab dalam SML, isu-isu lingkungan lokal sampai global.

  2. Pelatihan prosedur (procedural training); mencakup pelatihan kemampuan spesifik dalam melaksanakan prosedur/instruksi kerja penerapan SML, kesiagaan dan tanggap darurat; dan

  3. Pelatihan khusus (specialist training); mencakup keahlian khusus lingkungan dan SML, seperti peraturan lingkungan dan audit lingkungan.

UMUM / KEPEDULIAN

• Masalah Lingkungan Global, Regional, Lokal
• Ketentuan Hukum dan Lainnya
• Industri dan Lingkungan
• Pemahaman SML
• Peran dan Tanggungjawab Karyawan

PROSEDURAL

Ketrampilan Khusus untuk Melaksanakan Instruksi Kerja yang berkaitan dengan Proses Produksi
• Praktek Minimisasi Limbah
• Konservasi Energi
• Teknik Pemantauan Limbah Cair, Udara, dll

SPESIALIS

Keahlian Khusus SML, seperti:
• Keahlian tentang Ketentuan-Ketentuan Hukum, Pelanggaran Hukum, Tuntutan Hukum, dll
• Keahlian tentang Pemeliharaan SML
• Keahlian tentang Audit Lingkungan SML
• Keahlian Teknik Pengendalian Pencemaran Lingkungan


Pelatihan yang tepat dan relevan untuk mencapai kebijakan, tujuan dan sasaran lingkungan, sebaiknya diberikan kepada semua karyawan sesuai dengan peran dan tanggungjawabnya. Dengan demikian, karyawan akan memiliki dasar pengetahuan dan keahlian yang cukup untuk melaksanakan tugas/pekerjaan secara efisien dengan cara yang kompeten.

Kompetensi karyawan yang pekerjaannya dapat menimbulkan dampak penting lingkungan harus dipelihara. Karyawan yang bersangkutan harus memiliki pendidikan, pelatihan, dan pengalaman kerja yang memadai untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. Hal ini dapat dipenuhi melalui penentuan persyaratan kualifikasi karyawan.

Kontraktor dan pemasok suatu organisasi sebaiknya mendapatkan pelatihan agar memiliki pengetahuan dan kompetensi yang dipersyaratkan dalam penerapan SML. Dalam praktiknya, organisasi sekurangnya memberi pengarahan singkat (briefing) perihal persyaratan SML dan prosedur kerja organisasi yang terkait dengan pekerjaan kontraktor dan pemasok.

Unsur-unsur program pelatihan umumnya mencakup: (a) identifikasi kebutuhan pelatihan karyawan, (b) rencana dan program pelatihan, (c) verifikasi kesesuaian program pelatihan dengan persyaratan organisasi/atau perundang-undangan, (d) pelatihan untuk kelompok karyawan yang membutuhkan kompetensi khusus, (e) dokumentasi dan rekaman pelatihan; dan (f) evaluasi pelatihan.

 

Langkah Utama Pengembangan Program Pelatihan

 

Tahap 1: Analisa kebutuhan pelatihan dan persyaratan

Tahap 2: Tetapkan tujuan pelatihan

Tahap 3: Pilih metode dan materi yang sesuai

Tahap 4: Persiapkan rencana pelatihan (siapa, apa, kapan, dimana, bagaimana

Tahap 5: Laksanakan pelatihan

Tahap 6: Penelusuran pelatihan (dan pemeliharaan rekaman)

Tahap 7: Evaluasi efektifitas pelatihan

Tahap 8: Tingkatkan program pelatihan (sesuai kebutuhan)

 

 

Selain cakupan materi pelatihan, ada dua hal penting yang menentukan dalam pelaksanaan pelatihan, yaitu: mutu pelatihan dan efektifitas komunikasi pelatihan. Oleh karena itu perlu dievaluasi secara periodik apakah pelatihan yang diberikan dapat diterima dengan efektif atau tidak. Selain itu, organisasi sebaiknya melaksanakan re-training (refresher training) kepada seluruh karyawan pada interval waktu tertentu untuk memastikan kembali seluruh pengetahuan dan kompetensi karyawan tetap terpelihara.

 

Setiap personil organisasi harus peduli pada kebijakan lingkungan, dampak lingkungan penting pada tempatnya bekerja, dan peran tanggungjawab penerapan SML, prosedur yang diberlakukan di tempat kerjanya, dan pentingnya kesesuaian terhadap persyaratan SML. Karyawan juga harus memahami konsekuensi potensial yang akan ditanggung organisasi bila persyaratan SML tidak dipenuhi (seperti tumpahan, ceceran, pencemaran, denda atau sanksi).

Pelatihan harus dikembangkan untuk kebutuhan yang berbeda-beda dan untuk beragam tingkatan atau fungsi organisasi. Namun demikian, pelatihan hanya merupakan salah satu elemen dari kompetensi, yang pada umumnya merupakan kombinasi dari pendidikan, pelatihan, dan pengalaman. Untuk pekerjaan tertentu (khususnya tugas yang menyebabkan dampak lingkungan penting), organisasi harus menetapkan kriteria untuk mengukur kompetensi seseorang dalam melaksanakan pekerjaannya.

 

 

 

 

Pelatihan dibutuhkan untuk pekerjaan teknis maupun untuk kepedulian umum dari seluruh karyawan. Berikut adalah beberapa contoh pelatihan yang dibutuhkan:
•  Persyaratan hukum dan perundangan lingkungan;
•  Kemampuan untuk mengenal masalah-masalah baru;
•  Ketrampilan teknis yang dibutuhkan memecahkan masalah;
•  Prosedur untuk menerapkan pengendalian operasi;
•  Prosedur baru atau kebutuhan yang berkaitan dengan aspek lingkungan penting; dan
•  Kepedulian terhadap kebijakan organisasi dan tujuan lingkungan SML


 

 

 

PETUNJUK PRAKTIS - PELATIHAN, KEPEDULIAN, DAN KOMPETENSI

Jenis pelatihan lingkungan yang dapat diberikan oleh organisasi sebagai berikut:

 

Jenis pelatihan

Peserta

Tujuan

Meningkatkan kepedulian kepentingan strategi manajemen lingkugan

Manajemen senior

Memperoleh komitmen dan penyelarasan dengan kebijakan lingkungan organisasi

Peningkatan kepedulian lingkungan umum

Semua karyawan

Memperoleh komitmen terhadap kebijakan, tujuan dan sasaran lingkungan organisasi dan mempengaruhi rasa tanggungjawab perorangan

Peningkatan keahlian

Karyawan dengan tanggungjawab lingkungan

Menyempurnakan kinerja dalam bidang tertentu dari organisasi, misalnya operasi, penelitian dan pengembangan rekayasa

Kesesuaian

Karyawan yang tindakannya dapat mempengaruhi kesesuaian

Menjamin persyaratan perundang-undangan dan internal untuk pelatihan dipenuhi

                                         Sumber: ISO-14004 (1996)


Persyaratan Standar

Prosedur Pelatihan Lingkungan

Rekaman Pelatihan, Kepedulian dan Kompetensi

----------Model Formulir Identifikasi Kebutuhan Pelatihan

----------Model Formulir Usulan Program Pelatihan

----------Model Formulir Program dan Jadual Pelatihan

----------Model Formulir Daftar Hadir Pelatihan

----------Model Formulir Evaluasi Pelaksanaan Pelatihan Internal


Kembali ke atas